.jpg)
Deli Serdang - Media SHI News//
Nazarianti Kepala Desa Tanjung Morawa B kepada awak media diduga merasa bersih tidak melakukan penyimpangan anggaran Dana Desa dan Nazarianti juga mengatakan kepada awak media siap berkasnya Untuk diperiksa.
Oleh sebab itu awak media publikasikan informasi bahwa investigasi dan konfirmasi sudah terjalin pada Rabu 19/3/2025, Kepada Nazarianti Kepala Desa Tanjung Morawa Jalan Industri Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.
Para Kepala Desa khususnya di Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik, terkait anggaran Dana Desa yang diduga di selewengkan oleh para Kepala Desa di Kabupaten Deli Serdang.
Baik penggunaan anggaran Dana Desa yang diduga telah di selewengkan oleh para Kepala Desa di Kabupaten Deli Serdang, dugaan fiktif pembangunan infrastruktur, dugaan pengalokasian Dana Desa yang tidak akuntabel dan tidak tepat pada sasaran.
Nazarianti diduga merasa bersih dari dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa, baik kepada Instasi Inspektorat Deli Serdang beserta jajarannya harus transparan melakukan audit terbuka sekaligus publikasikan kepada masyarakat desa detail perincian Penggunaan anggaran Dana Desa tersebut harus di perlihatkan pada Mading di Kantor Desa terkait.
Pada Rabu 19/3/2025 memberikan relis pemberitaan guna agar Nazarianti dapat memberikan klarifikasi ataupun sanggahan apabila data berisikan dugaan penyimpangan yang dilakukan nya, akan tetapi Nazarianti diduga beranggapan konfirmasi awak media terhadapnya sama seperti oknum oknum media yang terkait.
Bahwa Nazarianti diduga melakukan penyelewengan pada penggunaan anggaran dana desa tersebut, dan Pemerintahan Desa Tanjung Morawa B dipimpin langsung oleh Nazarianti harus segera dilakukan audit terbuka oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dinilai mendesak, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) No 14 Tahun 2008.
Berdasarkan data terakhir yang diperbarui pada 19 Desember 2024 total pagu anggaran Dana Desa di Desa Tanjung Morawa B mencapai Rp.1.186.187.000, dengan penyaluran tahap pertama sebesar Rp 619.369.400 (52,22%), dan tahap kedua Rp 566.817.600 (47,78%), Namun tahap ketiga belum terealisasi sama sekali, ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu 19/3/2025 Nazarianti tidak dapat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Sejumlah alokasi anggaran juga memunculkan tanda tanya termasuk : keadaan mendesak sebesar Rp73.800.000 4 (Empat) kali pencairan dengan nominal sama, sesuai pada adanya pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar sebesar Rp. 319.050.000, klarifikasi Nazarianti kepada awak media terkait Pembinaan Sanggar Seni dan belajar " tidak ada menganggarkan, bagaimana mau mengembalikan kami tidak ada menganggarkan hal yang dimaksud" Pungkas Nazarianti.
- Dan pada Pembangunan / Rehabilitasi Sarana Energi Alternatif anggaran sebesar Rp. 90.500.000.
- Penyelenggaraan Posyandu sebesar Rp. 127.480.000
- Penguatan Ketahanan Pangan sebesar Rp. 142.300.000
- Operasional Pemerintah Desa sebesar Rp. 51.890.000.
Data lengkap Informasi Penyaluran Dana Desa tahun 2024 pembaruan data terakhir pada 19/12/2024 sebesar Rp. 1.186.187.00.
Pagu Rp. 1.186.187.000 penyaluran dan Tahapan penyaluran status Desa : Maju :
1. Rp. 619.369.400 52.22
2. Rp. 566.817.600 47.78
3. Rp. 0 0.00
Detail data penyaluran :
- Keadaan Mendesak Rp. 73.800.000
- Keadaan Mendesak Rp. 73.800.000
- Keadaan Mendesak Rp. 73.800.000
- Keadaan Mendesak Rp. 73.800.000
- Penanggulangan Bencana Rp. 10.000.000
- Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan BelajarRp. 113.750.000
- Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar Rp. 157.300.000
- Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar Rp. 48.000.000
- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Energi Alternatif tingkat Desa Rp. 90.500.000
-Pembangunan / Rehabilitasi / Peningkatan / Pengadaan Sarana / Prasarana Posyandu / Polindes/PKD Rp. 14.900.000
- Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 32.230.000
- Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp.24.750.000
- Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 48.000.000
- Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 22.500.000
- Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dan lain-lain Rp. 10.600.000
- Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dan lain lain Rp. 20.085.000
- Pembangunan / Rehabilitasi / Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah Drainase, Air limbah Rumah Tangga Rp. 29.860.000
- Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp.34.990.000
- Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp. 16.900.000
- Penyusunan/Pendataan/Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi Rp 7.200.000
-vPembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa Rp. 40.000.000
- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan/Rumah Adat/Keagamaan Milik Desa Rp. 52.200.000
- Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Keagamaan (perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, dan lain lain tingkat Desa Rp.10.000.000
- Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa Lumbung Desa, dan lain lain Rp. 142.300.000
Sejumlah warga dan pihak pemerhati anggaran publik mempertanyakan transparansi pengelolaan dana tersebut, Mereka menilai bahwa dana yang dialokasikan untuk beberapa sektor terkesan tidak proporsional dan perlu dikaji ulang untuk menghindari potensi penyalahgunaan.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera melakukan audit secara terbuka guna memastikan tidak ada praktik korupsi atau penyelewengan dana yang merugikan kepentingan publik, Kejelasan dalam penggunaan anggaran Dana Desa menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.
Nazarianti Kepala Desa Tanjung Morawa B kepada wartawan mengatakan "capek diduga duga terus" Ujarnya. (Tim)