Bidan Desa Sibongkaras Meirina Panjaitan Bertemu Masyarakat Untuk Memeriksa Kondisi Kesehatan Masyarakat Didesa sibongkaras

Media Supremasihukum.com, Pakpak Bharat|

Pagi baru saja mulai, sinar mentari menyeruak diantara rimbunnya dedaunan Ketika Meirina Panjaitan, seorang Bidan Desa di Sibongkaras, sebuah Desa yang masuk dalam bilangan Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat bergegas menghidupkan sepeda motornya. Perlahan namun pasti, dia bergerak menyusuri jalanan licin dan berbatu tajam di Desa ini, bertemu masyarakat, memeriksa kondisi Kesehatan mereka menjadi rutinitas baginya.

Sebagai satu-satunya tenaga medis yang ada, dia bertanggung jawab bagi Kesehatan masyarakat, melakukan pemeriksaan bagi ibu hamil, lanjut usia, bayi dan balita, sekaligus promosi Kesehatan dan lainnya dia jalani sendiri.

Meirina Panjaitan telah mengabdikan diri di Desa ini sejak 13 (tiga belas) tahun silam, tepatnya ditahun 2011 ketika dirinya ditunjuk sebagai Bidan Desa dengan status Pegawai Tidak Tetap oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Sejak itu pula dia melakoni tugas mulia ini, ditengah keterbatasan dan akses yang jauh, sulit dan berbahaya terutama bagi seorang perempuan sepertinya.

Masyarakat Desa Sibongkaras tinggal berjauhan satu sama lain. Topografi Desa ini yang berbukit-bukit, jalanan curam, licin ditambah hutan rimbun tidak menghalangi Langkah seorang Meirina untuk bertemu masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya, meskipun terkadang dia harus menempuhnya dengan berjalan kaki hingga berjam-jam, menapak tajamnya bebatuan, mengitari hutan rimbun yang sepi, diantara tebing dan jurang terjal.

Saya hanya ingin agar masyarakat di Desa ini tetap sehat, walaupun tinggal di tempat terpencil begini tapi kami tidak terkucil, Kesehatan harus tetap yang utama. Kuncinya adalah hati yang ikhlas, melayani adalah pengabdian. Masyarakat ini, dengan kehadiran saya mereka bisa merasakan nuansa pelayanan seperti di Kota, itu harapan saya, Sibongkaras yang sehat, Merdeka,!!! ucap Meirina Panjaitan.

Saya bangga dengan ibu ini, tidak banyak orang yang mau seperti dia, mau mengabdikan diri di tempat yang jauh dan teriolasi seperti Desa Sibongkaras. Dalam kunjungan saya beberapa waktu lalu di Desa ini, saya sempat bertemu dia, ada banyak hal yang dia sampaikan kala itu, tentang kondisi Kesehatan masyarakat Sibongkaras, tentang kondisi sarana dan prasarana Kesehatan di sana, serta kondisi infrastruktur yang sangat minim, yang tentunya sangat menyulitkan apabila terjadi kondisi darurat Kesehatan masyarakat disana, baik itu kecelakaan, ibu melahirkan dan sebagainya yang tentu akan sangat menyulitkan bila harus dilakukan rujukan. Teruslah mengabdi, dan pasti pengabdianmu tidak akan sia-sia, ucap Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Demikian sekilas kisah pengabdian seorang Meirina Panjaitan, Bidan Desa di Desa terpencil, Sibongkaras. Ada banyak kisah pengabdiannya yang tidak tertulis, namun jejak kakinya di desa ini, pelayanan Kesehatan yang dia lakoni, telah terpatri dalam hati masyarakat Sibongkaras, kehadirannya dinanti-nanti, dan perginya ditatapi.

(M.Berutu)

SUPREMASI HUKUM NEWS

Supremasi Hukum adalah upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan yang sama tanpa terkecuali. Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. Supremasi hukum merupakan prasyarat mutlak bagi penyelenggaraan kehidupan kenegaraan berdasarkan kedaulatan rakyat.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama