Sumut - Medan, MediaSHI News|
Terkait viralnya berita pembakaran rumah wartawan di kabupaten Karo, Jajaran dan Pimpinan Generasi Muda Masjid Sumatera Utara sangat mengutuk oknum pelaku yg tidak ber keprimanusiaan tersebut, sekaligus meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelakunya.
Dikatakan Pimpinan GEMMA Sumut Ustadz Masdar Tambusai, S. Ag bahwa hal tersebut sangat kejam, tidak manusiawi dan dianggap teror bagi kalangan wartawan. "Hal ini sudah terlampau batas, menghilangkan nyawa bahkan sampai keluarga korban yang tidak bersalah merupakan pelanggaran hukum dan harus ditindak tegas" Ujarnya.
"Kami meminta pihak Polda Sumut dan Polres Karo agar segera mengusut dan mengejar pelaku pembakaran rumah yang menewaskan keluarga korban, agar tidak lagi terulang kejadian serupa dibelakang hari, sebab sudah kerap sekali terjadi kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan yang meliput berita untuk informasi dan konsumsi publik" Terangnya.
Jurnalis atau wartawan itu bertugas sebagai pilar demokrasi ke empat (4), tugas mereka tidak mudah, penuh resiko, caci maki, bahkan terancamnya keselamatan saat kembali dari meliput berita dilapangan sesuai fakta dan realita.
Terpisah, lembaga Bantuan Hukum SIBHARA PUSAT Imam susanto, SH, didampingi Sekretaris Ali Wardana dan wakil Sekretaris Anas juga mengesalkan dan menyayangkan insiden tersebut. "Bagi kami yang pernah di media cukup banyak pengalaman seperti ancaman dan teror, namun dalam undang undang kan ada Hak bantah, kalau memang tidak benar ya bisa dibantah, berarti berita tersebut mengandung unsur kesalahan dan pelanggaran hukum, lantas emosi pelaku langsung menghakimi dengan membakar rumah korban, ini jelas jelas kriminal yang besar" Kata imam.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa "Lembaga kami akan siap mendampingi ke jalur hukum apabila tersangka nanti telah tertangkap. Agar diberikan hukuman yang seberat beratnya dan jera untuk melakukan tindakan kejahatan atau kriminal terhadap siapapun nantinya" Pungkas imam. (Red)

